Jangan Dibuang, Ternyata Minyak Goreng Bekas Mempunyai Manfaat Loh. Ini 4 Manfaatnya !

Sisa minyak goreng atau minyak jelantah sangat berbahaya apabila digunakan kembali untuk menggoreng makanan. Maka dari itu tak heran apabila terkadang beberapa ibu rumah tangga sering kali membuat sisa minyak penggorengan.

Nah, mulai saat ini jangan lagi membuang minyak jelantah tersebut. Kumpulkan sisa minyak goreng itu dalam satu wadah khusus, nantinya limbah minyak goreng bekas tersebut bisa kita manfaatkan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari. Berikut dibawah ini setidaknya ada empat manfaat luar biasa dari minyak jelantah.

1. Bahan Bakar Lampu Minyak

Anda bisa menggunakan minyak jelantah ini sebagai bahan bakar lampu minyak. Cara membuatnya cukup sederhana yaitu sediakan tutup kaleng biskuit atau wadah lain yang tidak mudah bocor atau terbakar jika tersentuh api.

Tuangkan minyak goreng bekas ke dalamnya, kemudian ambil segumpalan kapas yang sudah di padatkan. Lalu letakkan di tengah-tengah tutup kaleng biskuit tersebut. Biarkan beberapa saat hingga minyak meresap membasahi semua bagian kapas.
Selanjutnya, bakar kapas tersebut dengan korek api, hingga menyala layaknya lampu minyak. Nah, lampu minyak berbahan bakar minyak goreng bekas siap menerangi ruangan Anda.

2. Bahan Tambahan Pakan Ternak

Selain sebagai bahan bakar lampu minyak, anda juga bisa memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan tambahan pakan ternak seperti unggas.

Caranya, murnikan terlebih dahulu minyak jelantah tersebut untuk menghindari sifat karsinogeniknya. Dilakukan tiga tahap pemurnian yakni pemisahan Gum, netralisasi, dan pemucatan. Baru setelah itu minyak jelantah bisa digunakan sebagai campuran ke dalam ransum atau pakan puyuh.

3. Sabun Cair

Seorang mahasiswa Jurusan Teknik Kimia Universitas Diponegoro, Gregorius Rionugroho, membuat sabun cair menggunakan minyak jelantah dan abu kulit buah kapuk randu. Abu kulit buah kapuk randu mengandung senyawa kalium karbonat 78,95 persen, kemudian diekstraksi menjadi soda qie dan dilarutkan menjadi kalium hidroksida.

Rionugroho mencampurkan minyak jelantah dan kalium hidroksida dengan dipanaskan sampai 110 derajat celsius selama satu jam sebagai proses saponifikasi. Proses saponifikasi menghasilkan sabun cair dan gliserol. Gliserol antara lain bisa digunakan sebagai pelicin krim cukur.

4. Bahan Bakar Biodiesel

Sejumlah mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta memanfaatkan minyak goreng bekas sebagai bahan bakar biodiesel. Menurut Koordinator Kelompok Mahasiswa UII, Kharis Pratama, biodiesel dari minyak jelantah memiliki kualitas tinggi karena kandungan airnya rendah yakni kurang dari satu persen.

Setelah berkonsultasi dengan dosen pembimbing, mereka menemukan metode tepat dengan memanfaatkan reaksi transesterifikasi untuk mengkonversi minyak jelantah. Proses konversi dilakukan dengan cara memberikan aliran listrik (elektrolisis) ke dalam larutan minyak jelantah dengan variasi waktu tertentu.

Elektroda atau batang logam yang digunakan untuk mengaliri listrik telah dilumuri dengan larutan khusus yang disebut kitosan gel. Reaksi transesterifikasi selama elektrolisis mengubah minyak jelantah ke dalam dua lapisan, yang berwarna coklat merupakan lapisan gliserol sedangkan lapisan atas yang berwarna kuning keruh merupakan lapisan biodiesel.

Itulah manfaat minyak jelantah yang perlu Anda ketahui. Bagaimana menurut pendapat Anda ? silahkan bagikan jika dirasa bermanfaat.

Tags: